- Bupati Temui Driver Angkutan Batu Bara dan Masyarakat, Janji Panggil Pimpinan Mitra Barito dan Tamtama
- BREAKING NEWS: Warga dan Driver Angkutan Batu Bara Berorasi di Kantor Bupati Barito Utara, Tunggu Pertemuan dengan Shalahuddin
- Bukan Sekadar Gedung Sekolah, Shalahuddin Ingin Anak Barito Utara Bisa Belajar Tanpa Terbebani Biaya
- Buka GPTD 2026, Ketua Kwarcab Pramuka Barito Utara Dorong Penegak dan Pandega Jadi Generasi Tangguh dan Inovatif
- LT-III Pramuka Barito Utara Berakhir, Regu Terbaik Bersiap Hadapi Tantangan LT-IV
- BKPSDM Barito Utara Perkuat Pemahaman PPPK melalui Sosialisasi Orientasi 2026
- Sertifikat Orientasi Jadi Bahan Pertimbangan Evaluasi Perpanjangan Kontrak PPPK Barito Utara
- Di Balik Gemerlap Malam Muara Teweh Operasi Sarang Narkoba Dilakukan
- Minggu Kasih di Gereja Anugrah, Polres Barito Utara Hadir Merawat Kerukunan dan Rasa Aman
- Sempat Terjun ke Sungai Barito, Pemuda 18 Tahun Diamankan Polisi dengan Sabu 10,19 Gram
Bupati Temui Driver Angkutan Batu Bara dan Masyarakat, Janji Panggil Pimpinan Mitra Barito dan Tamtama

Baritonews.co - Muara Teweh – Setelah menunggu selama beberapa waktu di depan Kantor Bupati Barito Utara, perwakilan driver angkutan batu bara dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Lahei akhirnya bisa bertemu langsung dengan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, Rabu (21/10/2026).
Dalam pertemuan dengan perwakilan masyarakat dan Driver, Bupati meminta massa membubarkan diri dengan tertib dan tenang. Ia juga berjanji akan memanggil pimpinan PT Mitra Barito dan PT Tamtama Perkasa ke Rumah Jabatan Bupati pada hari yang sama untuk membicarakan persoalan yang berdampak pada aktivitas angkutan batu bara di wilayah Lahei.
Baca Lainnya :
- BREAKING NEWS: Warga dan Driver Angkutan Batu Bara Berorasi di Kantor Bupati Barito Utara, Tunggu Pertemuan dengan Shalahuddin0
- Bukan Sekadar Gedung Sekolah, Shalahuddin Ingin Anak Barito Utara Bisa Belajar Tanpa Terbebani Biaya0
- Buka GPTD 2026, Ketua Kwarcab Pramuka Barito Utara Dorong Penegak dan Pandega Jadi Generasi Tangguh dan Inovatif0
- LT-III Pramuka Barito Utara Berakhir, Regu Terbaik Bersiap Hadapi Tantangan LT-IV0
- BKPSDM Barito Utara Perkuat Pemahaman PPPK melalui Sosialisasi Orientasi 20260
Pertemuan itu menjadi harapan bagi para sopir yang mengaku sudah lebih dari satu bulan tidak dapat bekerja akibat kondisi jalan hauling di Lahei yang digali menggunakan ekskavator hingga menghambat aktivitas pengangkutan batu bara.
Bagi para sopir, persoalan tersebut bukan sekadar perselisihan antara perusahaan. Terhentinya pekerjaan telah berdampak langsung terhadap penghasilan dan kemampuan mereka memenuhi kebutuhan keluarga.
Dalam surat pengaduannya kepada Bupati, para driver menegaskan bahwa mereka merupakan putra daerah Barito Utara yang berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Lahei, Hurung Enep, Juju Baru, Muara Inu, Muara Teweh, dan Malawaken.
Mereka datang untuk menyampaikan keluhan sekaligus meminta pemerintah daerah turun tangan mencari jalan keluar agar aktivitas angkutan batu bara dapat kembali berjalan.
“Anak istri kami perlu makan, anak-anak kami perlu biaya sekolah, orang tua kami perlu berobat, dan motor kami perlu dibayar cicilannya. Bagaimana memenuhi biaya-biaya keluarga kami kalau tidak bisa bekerja?” demikian salah satu keluhan yang disampaikan dalam surat tersebut.
Para sopir menilai persoalan antara PT Mitra Barito dan PT Tamtama Perkasa semestinya tidak sampai mengorbankan pekerja dan masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas angkutan batu bara.
Dalam pengaduan yang disampaikan kepada Bupati, para driver mengajukan empat tuntutan utama.
PERTAMA, meminta agar parit yang dibuat di jalan hauling ditutup kembali karena dinilai membahayakan masyarakat maupun pihak perusahaan yang melintas.
KEDUA, meminta agar pekerjaan angkutan batu bara segera dioperasikan kembali sehingga para sopir dapat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
KETIGA, meminta jaminan agar proses perbaikan jalan hauling dan aktivitas pengangkutan batu bara dapat berlangsung dengan aman serta kondusif.
KEEMPAT, meminta agar persoalan antara PT Mitra Barito dan PT Tamtama Perkasa diselesaikan tanpa mengganggu operasional angkutan batu bara yang menjadi sumber penghidupan para pekerja lokal.
Mereka berharap pemerintah daerah dapat mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya para sopir yang saat ini terdampak langsung akibat terhentinya aktivitas pengangkutan.
Pada kesempatan yang sama, Damang Kepala Adat Kecamatan Lahei, Aryosi Jiono Takanabe, menjelaskan bahwa kehadiran komunitas sopir bersama tokoh-tokoh masyarakat dari wilayah lintas jalan hauling PT Tamtama Perkasa bertujuan meminta pemerintah daerah dan pihak terkait mencari solusi atas persoalan tersebut.
Menurutnya, tuntutan masyarakat pada dasarnya sederhana, yakni meminta agar jalan hauling dapat dinormalisasi kembali sehingga aktivitas pengangkutan batu bara bisa berjalan seperti semula.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat menginginkan kejelasan mengenai langkah penyelesaian dan perkiraan waktu normalisasi jalan.
Aryosi menegaskan, masyarakat tidak ingin mencampuri persoalan antara PT Mitra Barito dan PT Tamtama Perkasa. Namun, ia berharap perselisihan kedua perusahaan tersebut tidak berdampak lebih jauh terhadap kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas angkutan batu bara.
“Harapan kita, apa pun permasalahannya, jangan sampai mengganggu aktivitas masyarakat,”
demikian inti pesan yang disampaikan Aryosi, juga tokoh masyarakat lainnya seperti Jafar, Mantir adat desa Hurung Enep dan Suriansyah.
Mereka menjelaskan, sekitar 90 persen komunitas sopir yang terdampak merupakan penduduk lokal.
Karena itu, terhentinya aktivitas pengangkutan batu bara memberikan dampak langsung terhadap penghasilan para pekerja dan keberlangsungan ekonomi keluarga mereka.
Selain itu Aryosi juga memastikan kehadiran masyarakat dalam menyampaikan aspirasi berlangsung dengan aman. Menurutnya, mereka berharap dapat bertemu langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati untuk memperoleh penjelasan mengenai langkah pemerintah serta kepastian penanganan persoalan jalan hauling.
Janji Bupati Shalahuddin untuk memanggil pimpinan PT Mitra Barito dan PT Tamtama Perkasa pada hari yang sama menjadi langkah yang dinantikan para sopir dan masyarakat terdampak.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka ruang komunikasi antara perusahaan dan pemerintah daerah guna mencari solusi atas persoalan yang terjadi.
Bagi para driver, harapan utamanya bukan terlibat dalam konflik perusahaan, melainkan memperoleh kepastian kapan jalan hauling dapat kembali digunakan dan pekerjaan mereka bisa beroperasi normal.
Sebab, di balik terhentinya aktivitas angkutan batu bara, terdapat keluarga-keluarga yang tetap harus memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan anak, membayar cicilan, serta menanggung biaya kesehatan orang tua.
Kini, masyarakat menantikan tindak lanjut dari pertemuan tersebut agar persoalan yang terjadi tidak berlarut-larut dan para pekerja lokal dapat kembali mencari nafkah.
(Redaksi)
.png)









