- Di Balik Gemerlap Malam Muara Teweh Operasi Sarang Narkoba Dilakukan
- Minggu Kasih di Gereja Anugrah, Polres Barito Utara Hadir Merawat Kerukunan dan Rasa Aman
- Sempat Terjun ke Sungai Barito, Pemuda 18 Tahun Diamankan Polisi dengan Sabu 10,19 Gram
- Momen Safari Jumat Di Montallat, Shalahuddin - Felix Dorong Pembangunan Sekaligus Perkuat Hubungan Antara Pemerintah dan Masyarakat
- Awasi Pengaspalan Jalan Panglima Batur, Bupati Minta Pekerjaan Sesuai Standar Teknis
- Perda Penutupan Merong Hingga Sarang Burung Walet, H. Tajeri Gas Pooll Minta Penegakan Aturan Konsisten
- Hj Henny Rosgiati Imbau Warga Lahei Tidak Mudah Terprovokasi dan Utamakan Dialog
- Hj Henny Rosgiati Siap Turun Langsung Cek Jalan Hauling di Lahei
- Permasalahan Jalan Hauling Simpang Kara Mendapat Perhatian Khusus Waket II DPRD Barut
- Lomba Cipta Menu B2SA Barito Utara Dorong Inovasi Pangan Lokal untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Di Balik Gemerlap Malam Muara Teweh Operasi Sarang Narkoba Dilakukan
1.jpg)
Cerpen Jurnalistik
Muara Teweh, Sabtu malam, 17 Oktober 2026, ketika jarum jam menunjukkan pukul 22.00 WIB, puluhan personel gabungan bersiap menyusuri sejumlah lokasi di Kabupaten Barito Utara.
Baca Lainnya :
- Minggu Kasih di Gereja Anugrah, Polres Barito Utara Hadir Merawat Kerukunan dan Rasa Aman0
- Sempat Terjun ke Sungai Barito, Pemuda 18 Tahun Diamankan Polisi dengan Sabu 10,19 Gram0
- Momen Safari Jumat Di Montallat, Shalahuddin - Felix Dorong Pembangunan Sekaligus Perkuat Hubungan Antara Pemerintah dan Masyarakat0
- Awasi Pengaspalan Jalan Panglima Batur, Bupati Minta Pekerjaan Sesuai Standar Teknis0
- Perda Penutupan Merong Hingga Sarang Burung Walet, H. Tajeri Gas Pooll Minta Penegakan Aturan Konsisten0
Mereka datang dengan tugas
yang harus ditunaikan, ada lingkungan yang perlu dijaga, dan ada upaya pencegahan yang harus terus dilakukan.
Malam itu, mereka membawa satu tujuan, mencegah penyalahgunaan narkotika sekaligus memutus mata rantai peredarannya.
Operasi Sarang Narkoba pun dimulai.
Langkah para petugas menyusuri sejumlah lokasi di Muara Teweh. Pasar Pendopo, kafe, hingga tempat karaoke menjadi sasaran pemeriksaan. Di setiap lokasi, petugas menjalankan tugas dengan prosedur yang telah ditentukan.
Sebanyak 30 personel kepolisian, 5 personel Polisi Militer, serta 30 personel Satpol PP terlibat dalam operasi tersebut.
Di setiap lokasi, pemeriksaan dilakukan.
Bagi sebagian pengunjung, kedatangan petugas mungkin terasa mengejutkan. Namun, bagi aparat, pemeriksaan itu merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan lingkungan masyarakat tetap aman.
Tes urine dilakukan terhadap karyawan dan pengunjung.
Satu per satu menjalani pemeriksaan. Ada yang menunggu dengan tenang, ada pula yang tampak gelisah. Malam yang semula dipenuhi musik dan percakapan perlahan berubah menjadi suasana penuh tanda tanya.
Apa yang akan ditemukan dari pemeriksaan malam itu?
Jawabannya datang setelah 52 orang menjalani tes urine.
Sebanyak 49 orang dinyatakan negatif. Namun, tiga orang lainnya menunjukkan hasil positif metamfetamin dalam pemeriksaan awal.
Sekilas, angka itu mungkin tampak sederhana. Namun, di balik angka tersebut, ada pengingat bahwa upaya menghadapi persoalan narkotika tidak cukup dilakukan melalui imbauan semata.
Tiga hasil tersebut menjadi bagian penting dari operasi malam itu. Namun, hasil pemeriksaan awal bukanlah kesimpulan akhir.
Sebab masih ada penanganan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan tindak lanjut dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Angka itu mungkin terlihat kecil dibandingkan jumlah orang yang diperiksa. Akan tetapi, bagi upaya pencegahan narkotika, setiap temuan menjadi pengingat bahwa ancaman tersebut tidak boleh diabaikan.
Pencegahan membutuhkan pengawasan. Pengawasan membutuhkan kepedulian. Sementara penanganan membutuhkan ketelitian, profesionalitas, dan kepatuhan terhadap hukum.
Di sinilah ketelitian dan profesionalitas menjadi penting. Penegakan hukum bukan sekadar menemukan dugaan pelanggaran, melainkan juga memastikan setiap langkah dilakukan berdasarkan aturan.
Bagi Polres Barito Utara, operasi malam itu merupakan bagian dari komitmen mendukung program Kapolri, “Pulihkan Pengguna, Berantas Mata Rantai Bandar Narkoba”.
Kapolres Barito Utara AKBP Irnanda Oktora, S.I.K., M.I.K., melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Barito Utara Iptu Novendra W.P. menyampaikan bahwa Operasi Sarang Narkoba merupakan bagian dari komitmen kepolisian melindungi masyarakat dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Pesannya jelas, masyarakat perlu dilindungi, pengguna yang membutuhkan penanganan harus mendapat tindak lanjut yang tepat, dan jaringan peredaran gelap narkotika harus diberantas sesuai hukum.
Menurutnya, langkah pencegahan, deteksi dini, dan penegakan hukum harus berjalan beriringan. Hasil pemeriksaan awal terhadap tiga orang yang menunjukkan hasil positif metamfetamin pun akan ditindaklanjuti melalui prosedur yang berlaku.
Di sinilah makna sebuah operasi tidak semestinya berhenti pada jumlah orang yang diperiksa atau hasil yang ditemukan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa bahaya narkotika perlu dihadapi sejak dini, sebelum dampaknya semakin luas.
Operasi gabungan yang melibatkan kepolisian, Polisi Militer, dan Satpol PP juga memperlihatkan pentingnya kerja sama lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Malam itu, Operasi Sarang Narkoba di Muara Teweh kembali mengingatkan satu hal penting, gemerlap hiburan tidak boleh membuat siapa pun lengah terhadap bahaya yang mengintai.
Karena masa depan sebuah daerah bukan hanya ditentukan oleh pembangunan jalan, gedung, dan fasilitas umum, tetapi juga oleh seberapa kuat masyarakatnya menjaga diri dari ancaman narkotika.
Dan selama ancaman itu masih ada, upaya pencegahan harus terus berjalan.
(Redaksi)
.png)









