- Bupati Temui Driver Angkutan Batu Bara dan Masyarakat, Janji Panggil Pimpinan Mitra Barito dan Tamtama
- BREAKING NEWS: Warga dan Driver Angkutan Batu Bara Berorasi di Kantor Bupati Barito Utara, Tunggu Pertemuan dengan Shalahuddin
- Bukan Sekadar Gedung Sekolah, Shalahuddin Ingin Anak Barito Utara Bisa Belajar Tanpa Terbebani Biaya
- Buka GPTD 2026, Ketua Kwarcab Pramuka Barito Utara Dorong Penegak dan Pandega Jadi Generasi Tangguh dan Inovatif
- LT-III Pramuka Barito Utara Berakhir, Regu Terbaik Bersiap Hadapi Tantangan LT-IV
- BKPSDM Barito Utara Perkuat Pemahaman PPPK melalui Sosialisasi Orientasi 2026
- Sertifikat Orientasi Jadi Bahan Pertimbangan Evaluasi Perpanjangan Kontrak PPPK Barito Utara
- Di Balik Gemerlap Malam Muara Teweh Operasi Sarang Narkoba Dilakukan
- Minggu Kasih di Gereja Anugrah, Polres Barito Utara Hadir Merawat Kerukunan dan Rasa Aman
- Sempat Terjun ke Sungai Barito, Pemuda 18 Tahun Diamankan Polisi dengan Sabu 10,19 Gram
Bukan Sekadar Gedung Sekolah, Shalahuddin Ingin Anak Barito Utara Bisa Belajar Tanpa Terbebani Biaya

Baritonews.co - Muara Teweh - Bangunan sekolah yang lebih baik menjadi salah satu penunjang pendidikan. Namun, bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara, memperbaiki fasilitas belajar saja belum cukup. Anak-anak juga harus memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah, tanpa terhalang persoalan biaya.
Komitmen itulah yang kembali ditegaskan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, saat melakukan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) bersama Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah di SDN 7 Lanjas dan TK Ceria, Sabtu (17/10/2026).
Baca Lainnya :
- Buka GPTD 2026, Ketua Kwarcab Pramuka Barito Utara Dorong Penegak dan Pandega Jadi Generasi Tangguh dan Inovatif0
- LT-III Pramuka Barito Utara Berakhir, Regu Terbaik Bersiap Hadapi Tantangan LT-IV0
- BKPSDM Barito Utara Perkuat Pemahaman PPPK melalui Sosialisasi Orientasi 20260
- Sertifikat Orientasi Jadi Bahan Pertimbangan Evaluasi Perpanjangan Kontrak PPPK Barito Utara0
- Di Balik Gemerlap Malam Muara Teweh Operasi Sarang Narkoba Dilakukan0
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan pelaksanaan program revitalisasi sekolah sekaligus penyampaian testimoni mengenai pelaksanaan program yang akan dilaporkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia.
Di sela kegiatan, Shalahuddin menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan arah kemajuan daerah. Karena itu, akses pendidikan harus terbuka bagi seluruh anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Ia secara khusus mengingatkan jajaran perangkat daerah, terutama Dinas Pendidikan, agar tidak membiarkan persoalan biaya menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk belajar.
"Saya sudah mengingatkan kepada seluruh kepala perangkat daerah, khususnya Kepala Dinas Pendidikan, jangan sampai ada masyarakat Barito Utara yang tidak bisa bersekolah hanya karena tidak memiliki biaya. Kita gratiskan dari jenjang SD sampai SMP, sementara untuk jenjang SMA kita berkoordinasi erat dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah," tegasnya.
Bagi pemerintah daerah, upaya membuka akses pendidikan tidak berhenti pada pembebasan biaya sekolah. Dukungan juga disiapkan melalui program beasiswa bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sementara itu, bagi peserta didik yang membutuhkan, bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam, buku, tas, hingga sepatu menjadi bagian dari upaya meringankan beban keluarga.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ruang kelas dan fasilitas belajar, tetapi juga kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar anak selama menempuh pendidikan.
Dalam kunjungan itu, Shalahuddin turut mengapresiasi dukungan program revitalisasi sekolah dari kementerian dan balai terkait.
Menurutnya, bantuan sarana dan prasarana pendidikan perlu dikawal melalui perencanaan serta pendataan yang matang. Ia meminta Dinas Pendidikan memastikan kebutuhan setiap sekolah teridentifikasi dengan baik sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
Sebab, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak semata-mata diukur dari berdirinya bangunan baru atau tersedianya fasilitas yang lebih baik.
Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana fasilitas tersebut mendukung kegiatan belajar-mengajar dan meningkatkan mutu pendidikan.
Sekolah membutuhkan lingkungan belajar yang memadai, tetapi peningkatan kualitas guru, prestasi peserta didik, serta pemerataan akses pendidikan juga harus berjalan beriringan.
Atas dasar itu, Bupati mengajak seluruh perangkat daerah, camat, kepala sekolah, dan tenaga pendidik untuk bekerja bersama mengawal 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas pemerintah daerah.
Ia menekankan pentingnya prinsip kerja ikhlas, cerdas, keras, dan cepat agar berbagai program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kita tidak hanya ingin memiliki bangunan sekolah yang bagus, tetapi juga ingin melihat guru yang semakin berkualitas, peserta didik yang berprestasi, serta akses pendidikan yang merata. Mari kita bergandengan tangan mewujudkan Barito Utara yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera," pungkasnya.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan pendidikan bukan hanya tentang apa yang terlihat dari luar bangunan sekolah. Ukuran yang lebih penting adalah terbukanya kesempatan belajar bagi setiap anak, meningkatnya kualitas pembelajaran, dan hadirnya masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Barito Utara.
(Redaksi)
.png)










