Bukan Sekadar Gedung Sekolah, Shalahuddin Ingin Anak Barito Utara Bisa Belajar Tanpa Terbebani Biaya

By Redaksi 17 Okt 2026, 18:50:36 WIB Pendidikan
Bukan Sekadar Gedung Sekolah, Shalahuddin Ingin Anak Barito Utara Bisa Belajar Tanpa Terbebani Biaya

Baritonews.co - Muara Teweh - Bangunan sekolah yang lebih baik menjadi salah satu penunjang pendidikan. Namun, bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara, memperbaiki fasilitas belajar saja belum cukup. Anak-anak juga harus memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah, tanpa terhalang persoalan biaya.


Komitmen itulah yang kembali ditegaskan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, saat melakukan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) bersama Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah di SDN 7 Lanjas dan TK Ceria, Sabtu (17/10/2026).

Baca Lainnya :


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan pelaksanaan program revitalisasi sekolah sekaligus penyampaian testimoni mengenai pelaksanaan program yang akan dilaporkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia.


Di sela kegiatan, Shalahuddin menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan arah kemajuan daerah. Karena itu, akses pendidikan harus terbuka bagi seluruh anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.


Ia secara khusus mengingatkan jajaran perangkat daerah, terutama Dinas Pendidikan, agar tidak membiarkan persoalan biaya menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk belajar.


"Saya sudah mengingatkan kepada seluruh kepala perangkat daerah, khususnya Kepala Dinas Pendidikan, jangan sampai ada masyarakat Barito Utara yang tidak bisa bersekolah hanya karena tidak memiliki biaya. Kita gratiskan dari jenjang SD sampai SMP, sementara untuk jenjang SMA kita berkoordinasi erat dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah," tegasnya.


Bagi pemerintah daerah, upaya membuka akses pendidikan tidak berhenti pada pembebasan biaya sekolah. Dukungan juga disiapkan melalui program beasiswa bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.


Sementara itu, bagi peserta didik yang membutuhkan, bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam, buku, tas, hingga sepatu menjadi bagian dari upaya meringankan beban keluarga.


Langkah tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ruang kelas dan fasilitas belajar, tetapi juga kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar anak selama menempuh pendidikan.


Dalam kunjungan itu, Shalahuddin turut mengapresiasi dukungan program revitalisasi sekolah dari kementerian dan balai terkait.


Menurutnya, bantuan sarana dan prasarana pendidikan perlu dikawal melalui perencanaan serta pendataan yang matang. Ia meminta Dinas Pendidikan memastikan kebutuhan setiap sekolah teridentifikasi dengan baik sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.


Sebab, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak semata-mata diukur dari berdirinya bangunan baru atau tersedianya fasilitas yang lebih baik.


 Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana fasilitas tersebut mendukung kegiatan belajar-mengajar dan meningkatkan mutu pendidikan.

Sekolah membutuhkan lingkungan belajar yang memadai, tetapi peningkatan kualitas guru, prestasi peserta didik, serta pemerataan akses pendidikan juga harus berjalan beriringan.


Atas dasar itu, Bupati mengajak seluruh perangkat daerah, camat, kepala sekolah, dan tenaga pendidik untuk bekerja bersama mengawal 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas pemerintah daerah.

Ia menekankan pentingnya prinsip kerja ikhlas, cerdas, keras, dan cepat agar berbagai program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


"Kita tidak hanya ingin memiliki bangunan sekolah yang bagus, tetapi juga ingin melihat guru yang semakin berkualitas, peserta didik yang berprestasi, serta akses pendidikan yang merata. Mari kita bergandengan tangan mewujudkan Barito Utara yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera," pungkasnya.


Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan pendidikan bukan hanya tentang apa yang terlihat dari luar bangunan sekolah. Ukuran yang lebih penting adalah terbukanya kesempatan belajar bagi setiap anak, meningkatnya kualitas pembelajaran, dan hadirnya masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Barito Utara.

(Redaksi)