- Kapolda Kalteng Tekankan Enam Pedoman Utama Penanganan Karhutla 2026
- Sekda Muhlis, Sinergi Dari Semua Pihak Jadi Kunci Cegah Karhutla di Barito Utara
- Ajang Papipar 2026, Dorong Peran Pemuda Promosikan Seni dan Budaya Barito Utara
- Raperda Penanaman Modal Diharapkan Jadi Solusi Kepastian Investasi
- Dukung Asta Cita Presiden, Barito Utara Siapkan Regulasi Investasi Daerah
- H Tajeri Anggota DPRD Barut, Papipar Bukan Sekedar Ajang,Tapi Kunci Promosi Pariwisata Barito Utara
- Pemkab Barito Utara Gelar Ramah Tamah Bersama Kasrem 102 Panju Panjung
- Kasrem Jajang Kurniawan, Pantau Langsung Progres Pembangunan KDKMP di Desa Trahean
- RSUD Muara Teweh Terakreditasi Paripurna, Pasien Justru Dirujuk ke Luar Daerah karena dokter Pelatihan
- Kunjungi Polres Barito Utara, Wakapolda Kalteng Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Yang Humanis
Sekda Muhlis, Sinergi Dari Semua Pihak Jadi Kunci Cegah Karhutla di Barito Utara

Keterangan Gambar : Sekda Muhlis saat ikut meninjau kesiapan Sapras dalam penanggulangan Karhutla
Baritonews.co - Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menunjukkan komitmennya dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Hal ini ditandai dengan kehadiran Sekretaris Daerah Barito Utara, Drs. Muhlis, yang mewakili Bupati Shalahuddin dalam Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana di halaman Mapolres Barito Utara, Jumat (17/04/2026).
Kehadiran Sekda Muhlis menjadi wujud dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap upaya kesiapsiagaan yang dilakukan jajaran TNI, Polri, dan seluruh stakeholder dalam mengantisipasi potensi karhutla, terutama di tengah ancaman fenomena El Nino yang diprediksi terjadi tahun ini.
Usai mengikuti apel, Sekda turut melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanggulangan karhutla.
Selain itu Sekda juga menyimak pemaparan dari pihak Polres terkait peta wilayah dan titik-titik rawan kebakaran di Kabupaten Barito Utara.
Pemerintah daerah tentunya sangat mendukung kesiapan yang telah dilakukan.
Dari peninjauan ini melihat bahwa personel dan sarana prasarana sudah cukup siap.
Langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama, mengingat karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan aktivitas sosial ekonomi.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menekan potensi kebakaran, terutama pada wilayah-wilayah yang telah dipetakan sebagai daerah rawan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha hingga masyarakat, agar upaya pencegahan bisa berjalan maksimal,” ucap Sekda.
Apel gelar pasukan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama antara Pemerintah Daerah dan seluruh unsur terkait dalam menjaga wilayah Barito Utara tetap aman dari ancaman karhutla, khususnya menghadapi musim kemarau tahun 2026.
(Ant)
.png)









