- Cegah Dampak Stunting, Pemkab Barut Gelar Rapat TPPS Tahun 2026
- DPC AWPI Barito Utara Ucapkan Selamat HUT ke-59 Kadiskominfosandi Barut
- DPD LSM KPK RI Kalteng Berbagi Kebahagiaan dengan Lansia dan Penyandang Disabilitas
- Tidak Ada Tawar-Menawar, Bupati Shalahuddin Tegaskan Tiga Jembatan Harus Rampung 2029
- Kejutan, Pasar Murah Berubah Menjadi Pasar Gratis, Warga Lahei Senang
- Bupati Tekankan Komunikasi Intensif, Masyarakat Harus Tahu Tahapan dan Jadwal Pembangunan
- Bagian Dari Penataan Kawasan Perkotaan, Pemkab Barut Adakan Pelebaran Jalan
- Perusda Batara Membangun Siapkan Solusi Pengelolaan Limbah B3 dan Medis
- Ustaz Abdul Somad Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Koyem
- Kajari Barito Utara Ajak Jajaran Perkuat Kekompakan dan Utamakan Pelayanan Masyarakat
Kisah Julak Ujung, Pedagang Wadai yang Dagangannya Ludes Tiap Sore di Pasar Ramadhan Muara Teweh

BARITONEWS.CO - Muara Teweh – Suasana sore di kawasan depan Masjid Raya Shirathal Mustaqim Muara Teweh tampak lebih hidup dari biasanya.
Aroma kue tradisional dan aneka takjil menyeruak di antara deretan tenda Pasar Wadai Ramadhan 1447 H/2026 M.
Julak Ujung, Pedagang kue basah yang sudah beberapa tahun rutin berjualan saat Ramadhan ini mengaku dagangannya sejak hari pertama Ramadhan sangat laris manis dan tidak ada yang tersisa
Beragam kue tradisional seperti Amparan Tatak, Kararaban, Kue lapis hingga Bingka tersusun rapi sejak siang hari, namun menjelang sore, meja jualannya sudah kosong.
“Alhamdulillah selalu habis sebelum azan Magrib," ujar Julak Ujung sambil memberesi cipir - cipir wadainya.
Menurut julak Ujung yang sebelum Ramadhan selalu berjualan di pasar Rabu ( Pasar Dermaga) ini bahwa Pasar Wadai Ramadhan bukan sekadar tempat berjualan, tetapi momentum mencari berkah sekaligus mempererat silaturahmi dengan pelanggan lama.
“Biasanya pelanggan sudah tahu, sebab jika hari Rabu Julak jualan wadai di pasar Darmaga,"
katanya sambil tersenyum.
Ramadhan tahun ini di Muara Teweh memang membawa angin segar bagi pelaku UMKM. Sejak resmi dibuka oleh Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, Pasar Wadai langsung dipadati warga yang berburu takjil untuk berbuka puasa.
Tak hanya Julak Ujung, sejumlah pedagang lainnya juga merasakan peningkatan omzet.
Mereka berharap kondisi ini terus bertahan hingga akhir Ramadhan. Selain meningkatkan pendapatan, kehadiran Pasar Wadai juga menjadi ajang promosi kuliner tradisional khas daerah agar tetap dikenal generasi muda.
Di tengah riuh suara pembeli, kisah pelaku usaha kecil ini menjadi gambaran bagaimana Ramadhan tak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi pedagang kecil di Muara Teweh.
(Ant)
.png)










