- Cegah Dampak Stunting, Pemkab Barut Gelar Rapat TPPS Tahun 2026
- DPC AWPI Barito Utara Ucapkan Selamat HUT ke-59 Kadiskominfosandi Barut
- DPD LSM KPK RI Kalteng Berbagi Kebahagiaan dengan Lansia dan Penyandang Disabilitas
- Tidak Ada Tawar-Menawar, Bupati Shalahuddin Tegaskan Tiga Jembatan Harus Rampung 2029
- Kejutan, Pasar Murah Berubah Menjadi Pasar Gratis, Warga Lahei Senang
- Bupati Tekankan Komunikasi Intensif, Masyarakat Harus Tahu Tahapan dan Jadwal Pembangunan
- Bagian Dari Penataan Kawasan Perkotaan, Pemkab Barut Adakan Pelebaran Jalan
- Perusda Batara Membangun Siapkan Solusi Pengelolaan Limbah B3 dan Medis
- Ustaz Abdul Somad Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Koyem
- Kajari Barito Utara Ajak Jajaran Perkuat Kekompakan dan Utamakan Pelayanan Masyarakat
Dewan Patih Soroti Ketiadaan Nakes di Haragandang, Sebut Dua Warga Meninggal

Baritonews.co- Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman, menyampaikan masukan kepada Dinas Kesehatan terkait keberadaan tenaga kesehatan (nakes) saat hearing bersama RSUD, BPJS dan Jasa Raharja Barito Utara di ruang rapat DPRD, Senin (25/05/2026).
Patih mengatakan saat melakukan kunjungan ke Desa Haragandang, pihaknya menerima keluhan dari masyarakat mengenai tenaga kesehatan yang disebut tidak berada di tempat saat dibutuhkan.
Baca Lainnya :
- Politisi Demokrat Patih Herman Minta Aktivasi Kenaikan Kelas BPJS Tidak Berlarut-larut0
- Patih Herman Soroti Klaim Jasa Raharja, Usulkan Hotline di Rumah Sakit dan Brosur di Samsat0
- Dua Terduga Pengedar Sabu di Muara Teweh Berakhir di Tangan Polisi0
- Breakingnews : Pria Satu Anak Ditemukan Tak Bernyawa Di Mess Karyawan0
- Prianto cs Minta Kapolri hingga Presiden Bantu Penyelesaian Konflik Lahan Adat di Desa Karendan0
“Kami kemarin waktu berkunjung ke Desa Haragandang dikomplain masyarakat bahwa tenaga kesehatannya tidak berada di tempat,” katanya.
Ia meminta Dinas Kesehatan segera melakukan pemanggilan dan evaluasi untuk mengetahui penyebab persoalan tersebut.
“Mohon dilakukan pemanggilan, apa alasannya dan kenapa bisa seperti itu,” ujarnya.
Patih menyebut persoalan tersebut sangat serius karena berdampak terhadap keselamatan masyarakat.
“Sudah ada dua orang meninggal karena tidak ada nakes berada di tempat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan salah satu kejadian menimpa pasien yang hendak melahirkan dan terpaksa harus ke RSUD Muara Teweh karena tidak ada tenaga medis di wilayah tersebut.
“Pasien yang akan melahirkan harus dibawa ke Muara Teweh karena di Haragandang tidak ada tenaga medis. Jarak tempuhnya jauh dan akhirnya meninggal di perjalanan sebelum sampai di RSUD Muara Teweh,” tuturnya miris
(Ant)
.png)










