- Pelantikan DPD dan DPK PPNI Barito Utara, Wabup Tekankan Profesionalisme Perawat
- Buka Sosialisasi Kuliah Hybrid dan By Research Pascasarjana ULM Bupati Tekankan Peningkatan Kualitas SDM
- Bupati Shalahuddin Lepas Kontingen O2SN 2026,Titip Harapan Besar untuk Atlet Pelajar Barito Utara
- Pengawasan Distribusi Pertalite Diperketat, SPBU Perusda Muara Teweh Pastikan BBM Subsidi Tepat Sasaran
- Hadiri Sinode Umum ke 25 GKE, Wabup Felix Tegaskan Komitmen Perkuat Kerukunan dan Kolaborasi Pembangunan
- Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Dukung Pelebaran Jalan Melalui Konsultasi Publik
- Penutupan Batara Expo 2026,Bupati Ajak Masyarakat Terus Berinovasi untuk Kemajuan Daerah
- Ramah Tamah Hut ke 80 Bhayangkara, Bupati Tekankan Pentingnya Dukungan Masyarakat Untuk Polri
- HUT ke 80 Bhayangkara Presiden Tekankan Transformasi dan Kepercayaan Publik terhadap Polri
- Penataan Kawasan Kumuh di Tiga Rt Kelurahan Lanjas Resmi Dimulai, Warga Terima Sertifikat Relokasi
Dewan Patih Soroti Ketiadaan Nakes di Haragandang, Sebut Dua Warga Meninggal

Baritonews.co- Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman, menyampaikan masukan kepada Dinas Kesehatan terkait keberadaan tenaga kesehatan (nakes) saat hearing bersama RSUD, BPJS dan Jasa Raharja Barito Utara di ruang rapat DPRD, Senin (25/05/2026).
Patih mengatakan saat melakukan kunjungan ke Desa Haragandang, pihaknya menerima keluhan dari masyarakat mengenai tenaga kesehatan yang disebut tidak berada di tempat saat dibutuhkan.
Baca Lainnya :
- Politisi Demokrat Patih Herman Minta Aktivasi Kenaikan Kelas BPJS Tidak Berlarut-larut0
- Patih Herman Soroti Klaim Jasa Raharja, Usulkan Hotline di Rumah Sakit dan Brosur di Samsat0
- Dua Terduga Pengedar Sabu di Muara Teweh Berakhir di Tangan Polisi0
- Breakingnews : Pria Satu Anak Ditemukan Tak Bernyawa Di Mess Karyawan0
- Prianto cs Minta Kapolri hingga Presiden Bantu Penyelesaian Konflik Lahan Adat di Desa Karendan0
“Kami kemarin waktu berkunjung ke Desa Haragandang dikomplain masyarakat bahwa tenaga kesehatannya tidak berada di tempat,” katanya.
Ia meminta Dinas Kesehatan segera melakukan pemanggilan dan evaluasi untuk mengetahui penyebab persoalan tersebut.
“Mohon dilakukan pemanggilan, apa alasannya dan kenapa bisa seperti itu,” ujarnya.
Patih menyebut persoalan tersebut sangat serius karena berdampak terhadap keselamatan masyarakat.
“Sudah ada dua orang meninggal karena tidak ada nakes berada di tempat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan salah satu kejadian menimpa pasien yang hendak melahirkan dan terpaksa harus ke RSUD Muara Teweh karena tidak ada tenaga medis di wilayah tersebut.
“Pasien yang akan melahirkan harus dibawa ke Muara Teweh karena di Haragandang tidak ada tenaga medis. Jarak tempuhnya jauh dan akhirnya meninggal di perjalanan sebelum sampai di RSUD Muara Teweh,” tuturnya miris
(Ant)
.png)

.jpg)








