- Saat Hearing Patih Herman Pertanyakan Realisasi Program Jaminan Sosial RT/RW BPJS Ketenagakerjaan
- Patih Herman Minta RSUD Muara Teweh Tingkatkan Perawatan AC Ruangan
- Dewan Patih Soroti Ketiadaan Nakes di Haragandang, Sebut Dua Warga Meninggal
- Politisi Demokrat Patih Herman Minta Aktivasi Kenaikan Kelas BPJS Tidak Berlarut-larut
- Patih Herman Soroti Klaim Jasa Raharja, Usulkan Hotline di Rumah Sakit dan Brosur di Samsat
- Dua Terduga Pengedar Sabu di Muara Teweh Berakhir di Tangan Polisi
- Breakingnews : Pria Satu Anak Ditemukan Tak Bernyawa Di Mess Karyawan
- Prianto cs Minta Kapolri hingga Presiden Bantu Penyelesaian Konflik Lahan Adat di Desa Karendan
- Kaban Kesbangpol Hadiri Upacara Harkitnas ke-118, Tegaskan Pentingnya Semangat Persatuan di Era Digital
- Peringati Harkitnas ke118, Sekda Barut Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Muda
Patih Herman Soroti Klaim Jasa Raharja, Usulkan Hotline di Rumah Sakit dan Brosur di Samsat

Baritonews.co - Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman, menyampaikan sejumlah pertanyaan dan masukan kepada pihak Jasa Raharja saat mengikuti hearing bersama RSUD, BPJS dan Jasa Raharja Barito Utara di ruang rapat DPRD Barito Utara, Senin (25/05/2026).
Dalam penyampaiannya, Patih Herman mengaku memiliki pengalaman pribadi terkait proses klaim kecelakaan yang menurutnya perlu mendapat penjelasan lebih rinci kepada masyarakat.
Baca Lainnya :
- Dua Terduga Pengedar Sabu di Muara Teweh Berakhir di Tangan Polisi0
- Breakingnews : Pria Satu Anak Ditemukan Tak Bernyawa Di Mess Karyawan0
- Prianto cs Minta Kapolri hingga Presiden Bantu Penyelesaian Konflik Lahan Adat di Desa Karendan0
- Kaban Kesbangpol Hadiri Upacara Harkitnas ke-118, Tegaskan Pentingnya Semangat Persatuan di Era Digital0
- Peringati Harkitnas ke118, Sekda Barut Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Muda0
Ia mengatakan keluarganya pernah mengalami dua kali kecelakaan, yakni anak dan iparnya. Namun biaya pengobatan di rumah sakit tidak dapat diklaim meskipun laporan telah disampaikan kepada pihak Satlantas.
“Saya pernah mengalami langsung, keluarga saya dua kali mengalami kecelakaan, anak saya dan ipar saya. Berobat di rumah sakit ternyata tidak bisa diklaim. Prosedurnya seperti apa dan teknisnya bagaimana, padahal saya juga sudah melapor ke Satlantas,” kata Patih Herman.
Selain meminta penjelasan prosedur, ia juga memberikan masukan agar tersedia layanan hotline di rumah sakit yang dapat dihubungi masyarakat ketika mengalami kecelakaan.
“Kalau bisa nanti di rumah sakit disediakan hotline, jadi masyarakat tahu siapa yang harus dihubungi, apakah Satlantas, BPJS atau Jasa Raharja,” ujarnya.
Patih juga mengusulkan agar setiap pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat disertai brosur yang menjelaskan aturan dan cakupan layanan Jasa Raharja.
“Setiap pembayaran pajak kendaraan bermotor, kalau bisa diberikan juga brosur. Jadi masyarakat tahu aturan, teknisnya seperti apa, apa yang dijamin dan apa yang tidak dijamin oleh Jasa Raharja,” tandasnya.
(Ant)
.png)



.jpg)
.jpg)




