- Tiga Jembatan Strategis Diyakini Pangkas Waktu Tempuh ke Ibu Kota Kabupaten dan Antar Daerah
- Mewakili Masyarakat Adat, Pj Damang Lahei Desak Kelonggaran Aktivitas Tambang Rakyat Sebelum WPR Terbit
- Klub Muda dengan Semangat Juara, Tiger Of Borneo Mulai Ukir Prestasi di Berbagai Ajang Lari
- Car Free Day Resmi Dimulai, Bundaran Buah Jadi Ruang Sehat dan Silaturahmi Warga
- Komitmen Dalam Mendukung Program Kemandirian Pangan Nasional, Wabup Felix Hadiri PENAS ke XVII
- PENAS XVII Jadi Ajang Strategis Barito Utara Tingkatkan Kapasitas dan Kemitraan Pertanian
- Sidak ke RSUD Muara Teweh, Ketua Komisi III DPRD Barito Utara Apresiasi Pelayanan Tenaga Medis
- Ketua Komisi III DPRD Barito Utara Apresiasi Raihan WTP ke-11 Pemkab Barito Utara
- Sebelas Kali,Barito Utara Kembali Raih Opini WTP Dari BPK
- Perkuat Akses Pelayanan Energi, Pemkab, PT MBSM dan Pertamina Patra Niaga, Bersinergi
Tiga Jembatan Strategis Diyakini Pangkas Waktu Tempuh ke Ibu Kota Kabupaten dan Antar Daerah
.jpg)
Baritonews.co - Muara Teweh – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin memastikan pembangunan tiga jembatan strategis di wilayah Kabupaten Barito Utara terus berjalan sesuai rencana dan akan memberikan manfaat besar bagi mobilitas masyarakat.
Ketiga jembatan tersebut yakni Jembatan Tumpung Laung, Jembatan Lahei dan Jembatan Lemo.
Baca Lainnya :
- Mewakili Masyarakat Adat, Pj Damang Lahei Desak Kelonggaran Aktivitas Tambang Rakyat Sebelum WPR Terbit0
- Klub Muda dengan Semangat Juara, Tiger Of Borneo Mulai Ukir Prestasi di Berbagai Ajang Lari0
- Car Free Day Resmi Dimulai, Bundaran Buah Jadi Ruang Sehat dan Silaturahmi Warga0
- Komitmen Dalam Mendukung Program Kemandirian Pangan Nasional, Wabup Felix Hadiri PENAS ke XVII0
- PENAS XVII Jadi Ajang Strategis Barito Utara Tingkatkan Kapasitas dan Kemitraan Pertanian0
Hal tersebut disampaikan saat melakukan peninjauan progres pembangunan jembatan Lemo bersama jajaran Pemerintah Daerah, Selasa (23/06/2026).
Saat dilokasi pengerjaan, Shalahuddin mengatakan dua jembatan, yakni Tumpung Laung dan Lemo, ditargetkan selesai pada 2028, sedangkan Jembatan Lahei direncanakan rampung pada 2029.
“Insyaallah dua jembatan, yaitu Tumpung Laung dan Lemo selesai tahun 2028, sedangkan satu lagi pada 2029,” ujarnya.
Menurut Bupati, keberadaan jembatan tersebut akan memangkas waktu perjalanan masyarakat dari sejumlah kecamatan menuju Muara Teweh sebagai ibu kota kabupaten.
Selama ini masyarakat masih harus menggunakan jasa penyeberangan feri sehingga perjalanan membutuhkan waktu lebih lama.
“Kalau jembatan sudah selesai, perjalanan menuju ibu kota kabupaten cukup sekitar satu jam. Hari ini masih harus menunggu penyeberangan feri terlebih dahulu,” jelasnya.
Selain mempermudah akses antarwilayah di Barito Utara, pembangunan jembatan juga diperkirakan mempercepat konektivitas menuju Banjarmasin dan Palangka Raya.
Shalahuddin menyebut perjalanan yang saat ini harus melewati Tabak Kanilan dengan waktu tempuh sekitar enam jam nantinya dapat dipangkas menjadi sekitar empat hingga lima jam.
“Artinya ada penghematan waktu sekitar satu jam lebih dan tentu akan sangat membantu aktivitas masyarakat maupun distribusi barang,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap pembangunan tiga jembatan tersebut menjadi salah satu tonggak penting peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat.
(A)
.png)


.jpg)






