- Peringati Maulid Nabi di Langgar Baitul Amal, Guru Tungkal Ajak Selalu Bersyukur Atas Nikmat Allah SWT
- Majelis Taklim Al Muthmainnah Peringati Maulid Nabi, KH Rusmadi Darsani Ajak Jamaah Teladani Rasulullah
- Gabungan Suku Dayak Das Barito Desak Pemkab Selamatkan Kapal Onrust dan Makam Tua di Lalutung Tour
- Tuyang Maulud Hiasi Semarak Maulid Nabi 1448 H Di Desa Lemo
- Bupati Shalahuddin Bacakan Amanat Ketua Kwarnas di Hari Pramuka ke-65
- Lima Pesan Bupati Untuk Peserta Saat Buka Pesta Siaga Pramuka 2026
- Patih Herman Apresiasi Antusiasme Warga Bintang Ninggi II, Demokrat Komitmen Dekat dengan Masyarakat
- Ketua DPRD Barito Utara Buka Resmi Turnamen Mini Soccer Lemo Cup 2026
- Beri Dukungan Terhadap Kegiatan Keagamaan, Hj Nety Herawati Hadiri Barito Utara Bertablig
- Barito Utara Bertablig, Perkuat Silaturahmi Antara Pemerintah, Ulama dan Masyarakat
Peringati Maulid Nabi di Langgar Baitul Amal, Guru Tungkal Ajak Selalu Bersyukur Atas Nikmat Allah SWT

Baritonews.co - Muara Teweh – Keluarga besar Langgar Baitul Amal Kelurahan Lanjas memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Dilaksanakan di Langgar Baitul Amal, RT 03 Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Sabtu (29/08/2026).
Di balik lantunan puji-pujian dan suasana penuh kebersamaan, peringatan Maulid yang mengangkat tema “Taat Perintah Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW” dengan menghadirkan penceramah Guru Fakhruddin Nur atau yang akrab disapa Guru Tungkal dari Jambi.
Baca Lainnya :
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran dan perjuangan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan bagi jamaah untuk kembali memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta mengamalkan ajaran yang telah di contohkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Pengurus Langgar Baitul Amal sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, H. Hadriansyah, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena kegiatan Maulid Nabi dapat terlaksana dengan lancar, meskipun dilaksanakan dalam kondisi penuh keterbatasan.
“Atas nama pengurus dan panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah dan semua pihak yang telah hadir serta memberikan dukungan sehingga kegiatan Maulid Nabi ini dapat dilaksanakan dengan lancar,” ujar H. Hadriansyah.
Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikannya kepada Guru Fakhruddin Nur yang telah berkenan hadir untuk memberikan tausyiah dan nasihat keagamaan kepada seluruh jamaah.
Menurutnya, terselenggaranya peringatan Maulid Nabi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar Langgar Baitul Amal. Sebab, di tengah berbagai keterbatasan, semangat masyarakat untuk memakmurkan langgar dan memperingati hari-hari besar Islam tetap terjaga.
Ia mengakui kegiatan dilaksanakan dengan berbagai keterbatasan. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat pengurus, panitia dan jamaah untuk tetap menghidupkan syiar Islam.
“Alhamdulillah, walaupun dengan segala keterbatasan, kegiatan ini tetap bisa kita laksanakan. Ini tentu berkat kebersamaan dan dukungan dari seluruh jamaah serta masyarakat,” katanya.
H. Hadriansyah juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, baik dalam penyambutan, pelayanan maupun hal-hal lainnya.
“Kami menyadari mungkin masih ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Untuk itu, kami mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan,” tuturnya.
Sementara itu, dalam tausyiahnya, Guru Fakhruddin Nur atau Guru Tungkal mengajak jamaah menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT serta Rasulullah SAW.
Menurutnya, mencintai Rasulullah tidak cukup hanya melalui ucapan dan perayaan, tetapi harus dibuktikan dengan menjalankan perintah, menjauhi larangan serta meneladani akhlak beliau.
“Kalau kita mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, maka kecintaan itu harus terlihat dalam kehidupan kita,” pesannya.
Guru Tungkal juga mengingatkan pentingnya selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT, tidak mudah melihat kekurangan, serta menggunakan nikmat yang diberikan untuk kebaikan.
Selain itu, jamaah diajak untuk bersabar dan bertawakal dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Sabar bukan berarti menyerah, melainkan tetap berusaha dan berada di jalan yang benar, sementara hasilnya diserahkan kepada Allah SWT.
“Berusaha tetap wajib, berdoa jangan ditinggalkan, kemudian hasilnya kita serahkan kepada Allah. Itulah sabar dan tawakal,” tegasnya.
Melalui peringatan tersebut, keluarga besar Langgar Baitul Amal berharap semangat mencintai Rasulullah SAW semakin tumbuh dan tercermin dalam perilaku masyarakat, sehingga nilai-nilai agama tidak hanya terdengar dalam tausyiah, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari.
(Dd)
.png)

.jpg)

.jpg)





