- Lima Tahun Tak Putus Berbagi, Mula Dewi Purwanty Rawat Tradisi Jumat Berkah di Muara Teweh
- Gabungan Suku Dayak Das Barito Desak Pemkab Selamatkan Kapal Onrust dan Makam Tua di Lalutung Tour
- Tuyang Maulud Hiasi Semarak Maulid Nabi 1448 H Di Desa Lemo
- Bupati Shalahuddin Bacakan Amanat Ketua Kwarnas di Hari Pramuka ke-65
- Lima Pesan Bupati Untuk Peserta Saat Buka Pesta Siaga Pramuka 2026
- Patih Herman Apresiasi Antusiasme Warga Bintang Ninggi II, Demokrat Komitmen Dekat dengan Masyarakat
- Ketua DPRD Barito Utara Buka Resmi Turnamen Mini Soccer Lemo Cup 2026
- Beri Dukungan Terhadap Kegiatan Keagamaan, Hj Nety Herawati Hadiri Barito Utara Bertablig
- Barito Utara Bertablig, Perkuat Silaturahmi Antara Pemerintah, Ulama dan Masyarakat
- Pemkab DPRD Barito Utara Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
Lima Tahun Tak Putus Berbagi, Mula Dewi Purwanty Rawat Tradisi Jumat Berkah di Muara Teweh

Baritonews.co - Muara Teweh – Berbagi tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Bagi Ny. Mula Dewi Purwanty, menyediakan makanan untuk anak-anak setiap Jumat adalah cara sederhana untuk menebarkan kebaikan sekaligus mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan.
Sejak 2021, kegiatan Jumat Berkah secara rutin digelar di depan Masjid Agung Al Hidayah, Jalan Kapten Tendean, Muara Teweh. Tradisi berbagi itu hingga kini tetap bertahan dan kembali dilaksanakan pada Jumat (28/08/2026).
Baca Lainnya :
- Gabungan Suku Dayak Das Barito Desak Pemkab Selamatkan Kapal Onrust dan Makam Tua di Lalutung Tour 0
- Tuyang Maulud Hiasi Semarak Maulid Nabi 1448 H Di Desa Lemo 0
- Bupati Shalahuddin Bacakan Amanat Ketua Kwarnas di Hari Pramuka ke-650
- Lima Pesan Bupati Untuk Peserta Saat Buka Pesta Siaga Pramuka 2026 0
- Patih Herman Apresiasi Antusiasme Warga Bintang Ninggi II, Demokrat Komitmen Dekat dengan Masyarakat0
Setiap selesai melaksanakan salat Jumat, ratusan anak tampak berkumpul. Mereka dengan antusias menunggu makanan yang telah disiapkan untuk dibagikan.
Di balik kegiatan tersebut, ada ketekunan Ny. Mula yang selama bertahun-tahun berupaya memastikan Jumat Berkah tetap terlaksana.

Kegiatan ini tidak memiliki donatur tetap. Bantuan datang dari masyarakat maupun sejumlah donatur yang berbeda-beda setiap pekannya.
Namun, ketika tidak ada donatur yang memberikan bantuan, Mula memilih untuk tetap menjalankan kegiatan tersebut secara swadaya.
“Donaturnya tidak tetap setiap Jumat. Kadang ada yang membantu, kadang tidak ada. Kalau tidak ada, saya usahakan tetap jalan secara swadaya,” ungkap Mula.
Baginya, keberlangsungan kegiatan jauh lebih penting daripada besar kecilnya bantuan. Selama masih ada kemampuan untuk berbagi, Jumat Berkah akan terus diupayakan.
Lima tahun bukan waktu yang singkat untuk mempertahankan sebuah kegiatan sosial. Namun, antusiasme anak-anak yang datang setiap Jumat menjadi salah satu alasan Mula tetap bertahan.
Melihat ratusan anak berkumpul dan menerima makanan menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.
“Alhamdulillah, saya bersyukur masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan ini sampai sekarang,” tuturnya.
Mula berharap tradisi Jumat Berkah tersebut tidak berhenti di tengah jalan. Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk ikut berpartisipasi dan membantu, sehingga kegiatan berbagi tersebut dapat terus memberikan manfaat.
“Harapan saya, semoga kegiatan ini bisa terus berjalan dan semakin banyak yang ikut membantu. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini bermanfaat dan menjadi amal kebaikan,” harapnya.
Jumat Berkah di depan Masjid Agung Al Hidayah akhirnya bukan hanya tentang sebungkus makanan. Lebih dari itu, ada pesan sederhana yang terus dirawat: bahwa kebaikan akan tetap menemukan jalannya, selama masih ada orang yang mau memulainya dan menjaganya.
(Ant)
.png)


.jpg)






