- Kunjungan di Lahei Barat, Bupati Shalahuddin Serap Persoalan Warga dari Dekat
- Pastikan Sesuai Target, Bupati Shalahuddin Turun Langsung Tinjau Proyek Pembangunan
- Perusahaan Diminta Perkuat Kesiapan Sarpras Pemadam Hadapi Puncak Karhutla 2026
- Hj Nety Herawati, Melangkah Dengan Amanah dalam Pengabdian kepada Masyarakat
- DPP AWPI Tetapkan DKI Jakarta sebagai Tuan Rumah Kongres Nasional AWPI II, Dirangkaikan dengan UKW
- Terima Pandangan Fraksi DPRD, Pemkab Barito Utara Siapkan Jawaban Eksekutif
- Pemkab dan DPRD Barito Utara Mulai Bahas Perubahan APBD 2026
- Empat Layanan Dasar Jadi Sorotan, Wabup Felix Bawa Pesan Evaluasi untuk Barito Utara
- Hadapi Karhutla, Barito Utara Kerahkan 150 Personel dan 23 Mobil Tangki
- GASPOLL 11 12, Strategi Bupati Barito Utara Pacu Percepatan Pembangunan
Kunjungan di Lahei Barat, Bupati Shalahuddin Serap Persoalan Warga dari Dekat

Baritonews.co - Muara Teweh – Persoalan air bersih, ancaman banjir hingga kebutuhan ambulans air menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan Pemerintah Kecamatan Lahei Barat kepada Bupati Barito Utara H. Shalahuddin dalam audiensi dan silaturahmi bersama jajaran ASN di Aula Serbaguna Kecamatan Lahei Barat, Selasa (08/09/2026).
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi pemerintah daerah dengan jajaran kecamatan. Pertemuan itu juga menjadi ruang untuk membuka langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah Kecamatan Lahei Barat.
Baca Lainnya :
- Pemkab Barito Utara Pererat Silaturahmi melalui Anjangsana ke Pondok Pesantren Yasin0
- Bupati Shalahuddin Tinjau Tiga Proyek Strategis, Pastikan Pembangunan Jalan dan Jembatan Berjalan Sesuai Target0
- Bupati Barito Utara Buka Festival Kuntau ASBADATA 2026, Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya0
- Apel Pagi Bersama Bupati Jadi Momentum Penguatan Kinerja Aparatur Dinas PUPR0
- Gowes Pagi Bersama, Bupati Barito Utara Pantau Kebersihan Kota Muara Teweh0
Bupati H. Shalahuddin hadir bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, didampingi Sekda Muhlis, Asisten III Hj. Annisa Cahyawati, para Asisten Sekda, sejumlah kepala OPD serta jajaran Pemerintah Kecamatan Lahei Barat.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu mendengar langsung persoalan dari wilayah yang paling dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, camat dan kepala desa memiliki posisi penting karena mengetahui secara langsung kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Kami ingin melihat apa yang menjadi permasalahan di desa atau di kecamatan yang ada di Lahei Barat. Pihak kecamatan tentu lebih mengetahuinya, sehingga hal-hal tersebut dapat disampaikan kepada kami,” kata Shalahuddin.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kesulitan.
“Kita ingin setiap ada kesusahan masyarakat, setiap ada permasalahan masyarakat, pemerintah harus hadir,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Plt. Camat Lahei Barat Halen Perdana memaparkan sejumlah persoalan yang masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Salah satunya adalah kebutuhan air bersih. Desa Benau Hulu dan Benau Hilir, Teluk Malewai dan Paparpujung, misalnya, masih mengandalkan sumur bor yang dibangun menggunakan anggaran desa melalui ADD maupun DD.
“Untuk air bersih, beberapa desa masih mengandalkan sumur bor yang dibangun melalui anggaran desa. Ini menjadi salah satu kebutuhan yang terus kami perhatikan,” ungkap Halen.
Persoalan geografis dan kondisi wilayah juga menjadi tantangan tersendiri, khususnya ketika banjir melanda. Halen menyebut terdapat sekitar delapan titik yang tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Kondisi tersebut berdampak terhadap akses pelayanan kesehatan masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kecamatan Lahei Barat mengusulkan pengadaan ambulans air sebagai solusi untuk memastikan warga tetap mendapatkan pelayanan kesehatan saat akses darat terputus akibat banjir.
“Ketika banjir, ada sekitar delapan titik yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun sepeda motor. Karena itu, kami mengusulkan ambulans air agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa dilakukan,” jelasnya.
Ambulance air nantinya diharapkan dapat membawa pasien melalui jalur sungai hingga Desa Nihan Hilir. Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan darat menuju fasilitas kesehatan.
Selain ambulance air, relokasi Puskesmas Lahei Barat juga menjadi salah satu kebutuhan penting. Lokasi puskesmas saat ini dinilai rawan banjir dan menjadi salah satu fasilitas yang paling awal terdampak ketika debit air meningkat.
Untuk mendukung rencana tersebut, pihak kecamatan telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi, yakni di seberang Kantor Kecamatan Lahei Barat, kawasan bagian hulu serta kawasan jalan bukaan baru.
Di sisi lain, perkembangan infrastruktur juga menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan. Pembangunan jalan bukaan baru menuju Desa Karamuan pada tahun ini telah terealisasi sekitar 120 meter.
“Untuk infrastruktur, salah satunya jalan bukaan baru menuju Karamuan. Tahun ini sudah dibangun sekitar 120 meter dan tentunya kami berharap dapat terus dilanjutkan,” ujar Halen.
Tidak hanya infrastruktur dasar, Kecamatan Lahei Barat juga telah menyiapkan alternatif lahan sekitar 2,5 hektare untuk mendukung rencana pembangunan sport center.
Sementara dari sisi pelayanan pemerintahan, Kecamatan Lahei Barat saat ini memiliki sekitar 23 orang aparatur. Namun, masih terdapat dua jabatan kepala seksi yang belum terisi, yakni Kasi PMD dan Kasi Trantib.
Kekosongan Kasi PMD terjadi setelah pejabat sebelumnya mendapat promosi menjadi Sekretaris Kecamatan. Sedangkan jabatan Kasi Trantib kosong setelah pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun.
Berbagai aspirasi tersebut menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk melihat secara lebih konkret kebutuhan masyarakat Lahei Barat. Audiensi diharapkan tidak berhenti sebagai forum penyampaian persoalan, tetapi menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi dan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.
(Ant)
.png)









