- DPC AWPI Barito Utara Ucapkan Selamat HUT ke-59 Kadiskominfosandi Barut
- DPD LSM KPK RI Kalteng Berbagi Kebahagiaan dengan Lansia dan Penyandang Disabilitas
- Tidak Ada Tawar-Menawar, Bupati Shalahuddin Tegaskan Tiga Jembatan Harus Rampung 2029
- Kejutan, Pasar Murah Berubah Menjadi Pasar Gratis, Warga Lahei Senang
- Bupati Tekankan Komunikasi Intensif, Masyarakat Harus Tahu Tahapan dan Jadwal Pembangunan
- Bagian Dari Penataan Kawasan Perkotaan, Pemkab Barut Adakan Pelebaran Jalan
- Perusda Batara Membangun Siapkan Solusi Pengelolaan Limbah B3 dan Medis
- Ustaz Abdul Somad Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Koyem
- Kajari Barito Utara Ajak Jajaran Perkuat Kekompakan dan Utamakan Pelayanan Masyarakat
- DMI Barito Utara Dorong Pengurus Masjid Terapkan Manajemen Profesional
Bupati Barito Utara Buka Festival Kuntau ASBADATA 2026, Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya

Baritonews.co - Muara Teweh – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin melalui Asisten Administrasi Umum Setda Barito Utara, Annisa Cahyawati, S.Ag., M.Si., secara resmi membuka Festival Kuntau Asosiasi Bawi Dayak, Budaya dan Wisata (ASBADATA) Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 di kawasan Siring Water Front City (WFC) Muara Teweh, Sabtu (25/07/2026).
Festival yang diikuti peserta dari sembilan kecamatan se-Kabupaten Barito Utara tersebut menjadi salah satu upaya nyata pemerintah daerah bersama ASBADATA dalam melestarikan seni bela diri tradisional sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Annisa Cahyawati, disampaikan bahwa kuntau merupakan salah satu kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, serta telah menjadi bagian dari tradisi penyambutan tamu dalam berbagai kegiatan adat dan budaya masyarakat Dayak maupun masyarakat Kalimantan pada umumnya.
Baca Lainnya :
"Kuntau bukan sekadar seni bela diri tradisional, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun," ujar Annisa saat membacakan sambutan tersebut.
Ia menjelaskan, setiap gerakan dan jurus dalam kuntau sarat dengan nilai keberanian, kedisiplinan, ketangkasan, penghormatan kepada para kepala suku, serta semangat persaudaraan. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk terus ditanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati diri dan tetap bangga terhadap budaya daerah.
Bupati juga mengingatkan bahwa perkembangan zaman yang semakin modern membawa tantangan besar terhadap kelestarian budaya lokal. Pengaruh budaya luar yang semakin kuat dikhawatirkan dapat mengikis tradisi-tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.
"Karena itu, kita harus terus meningkatkan dan menggaungkan kembali budaya lokal agar tidak luntur oleh perubahan zaman. Pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama," demikian isi sambutan tersebut.
Melalui Festival Kuntau ASBADATA Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap lahir generasi penerus yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam seni bela diri tradisional, tetapi juga berkarakter kuat, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu menjadi duta budaya Kabupaten Barito Utara.
Diharapkan festival yang melibatkan sembilan kecamatan tersebut menjadi angin segar dalam meningkatkan sekaligus menjaga eksistensi dan reputasi budaya lokal Barito Utara. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kearifan lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
"Dengan demikian, anak cucu kita kelak masih dapat menikmati dan mewarisi tradisi kuntau sebagai warisan budaya yang tidak lekang oleh waktu," pesan nya
Tak lupa juga dipesankan kepada seluruh peserta agar mengikuti festival dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menjaga persaudaraan, serta menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki.
"Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga, melestarikan, dan memelihara budaya daerah agar tetap hidup di tengah masyarakat," tutupnya mengakhiri
(Ant)
.png)










