- Hari Amatir Radio Dunia 2026, IARU Region 3 Soroti Inovasi dan Peran Strategis di Masa Darurat
- Kapolda Kalteng Tekankan Enam Pedoman Utama Penanganan Karhutla 2026
- Sekda Muhlis, Sinergi Dari Semua Pihak Jadi Kunci Cegah Karhutla di Barito Utara
- Ajang Papipar 2026, Dorong Peran Pemuda Promosikan Seni dan Budaya Barito Utara
- Raperda Penanaman Modal Diharapkan Jadi Solusi Kepastian Investasi
- Dukung Asta Cita Presiden, Barito Utara Siapkan Regulasi Investasi Daerah
- H Tajeri Anggota DPRD Barut, Papipar Bukan Sekedar Ajang,Tapi Kunci Promosi Pariwisata Barito Utara
- Pemkab Barito Utara Gelar Ramah Tamah Bersama Kasrem 102 Panju Panjung
- Kasrem Jajang Kurniawan, Pantau Langsung Progres Pembangunan KDKMP di Desa Trahean
- RSUD Muara Teweh Terakreditasi Paripurna, Pasien Justru Dirujuk ke Luar Daerah karena dokter Pelatihan
Hari Amatir Radio Dunia 2026, IARU Region 3 Soroti Inovasi dan Peran Strategis di Masa Darurat

Baritonews.co - Jakarta – Peringatan Hari Amatir Radio Dunia yang jatuh pada Sabtu (18/04/2026) menjadi momentum penting bagi komunitas radio amatir di kawasan Asia-Pasifik untuk memperkuat peran dan kontribusinya di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat.
Dalam pesan resminya, Presiden IARU Region 3, Wisnu Widjaja (YBØAZ), menyampaikan apresiasi kepada seluruh operator amatir radio baik di tingkat regional maupun global, atas dedikasi, inovasi, dan pengabdian mereka.
Ia menegaskan bahwa komunitas amatir radio terus menunjukkan eksistensinya sebagai bagian penting dalam ekosistem komunikasi dunia.
Mengusung tema “Memajukan Semangat Amatir Radio melalui Inovasi”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Transformasi dari sistem analog ke digital, penggunaan frekuensi tinggi (HF) hingga satelit, serta integrasi dengan internet menjadi bukti bahwa amatir radio terus berevolusi mengikuti zaman.
“Inovasi adalah kunci untuk menjaga relevansi amatir radio di masa depan. Selain itu, penting juga untuk menginspirasi generasi muda melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman,” ujar Wisnu dalam pesannya.
Ia juga menyoroti peran vital amatir radio dalam situasi darurat. Ketika sistem komunikasi modern mengalami gangguan atau lumpuh, jaringan radio amatir terbukti mampu menjadi sarana komunikasi yang andal dan cepat.
Di kawasan Region 3 yang mencakup Asia-Pasifik, kekuatan komunitas amatir radio disebut terletak pada keberagaman, semangat kebersamaan, serta kolaborasi lintas negara.
Hal ini menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan global, termasuk bencana alam dan krisis komunikasi.
Peringatan Hari Amatir Radio Dunia ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas dan meningkatkan kontribusi nyata komunitas amatir radio bagi masyarakat luas.
“73 de Wisnu Widjaja, YBØAZ,” tutupnya, mengakhiri pesan dengan kode khas komunikasi radio amatir yang berarti salam terbaik.
(YG7RLF/Anti)
.png)









