- Kunjungi Polres Barito Utara, Wakapolda Kalteng Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Yang Humanis
- Bupati Barito Utara Tekankan Triologi PU Saat Apel di Dinas PUPR
- Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, Pemkab Barito Utara Gelar SICANTIK 2026
- Bupati Shalahuddin Buka Kegiatan SICANTIKS 2026, Dorong Literasi Keuangan Syariah di Barito Utara
- Akses Keuangan Jadi Fokus, Barito Utara Targetkan Ekonomi Inklusif
- TPAKD Barito Utara Gelar Rakor Semester I 2026, Fokus Perluasan Akses Keuangan
- Pemkab Barito Utara Lepas Siswa Gen 64 MAN Barut, Dorong Lanjutkan Pendidikan dan Siap Hadapi Tantangan Global
- Bupati Shalahuddin Tekankan Peran Generasi Muda, Pada Perpisahan Gen 64 MAN Barut
- Penuh Haru, Wabup Felix Sonadie Antarkan Sahabat Lamanya H Muhtar ke Peristirahatan Terakhir
- 228 Siswa MAN Barut Lulus, Kepala SekolahJadilah Teladan di Masyarakat
Aksi Kolaboratif Warnai HPSN 2026 di Barito Utara

BARITONEWS.CO - Muara Teweh – Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kabupaten Barito Utara diperingati dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan di kawasan eks Bandara Lama Muara Teweh, Senin (16/2/2026).
Aksi ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama berbagai komunitas serta masyarakat setempat.
Mengusung tema VARJYA MUKTI, APADA SHANTI, kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sejumlah komunitas turut ambil bagian, di antaranya Komunitas Peduli Bumi Barito Utara, Komunitas Bitik Bahe, Pesona Barito Utara, Karang Taruna Kelurahan Lanjas dan Melayu dan KNPI.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Barito Utara drg. Agus Dwi Setijowati melalui Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Hendra, menegaskan bahwa peringatan HPSN harus menjadi momentum memperkuat penerapan pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Ia menyampaikan bahwa sampah dapat memiliki nilai guna apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan. “Penerapan 3R tidak hanya menekan jumlah sampah, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi. Untuk itu diperlukan keterlibatan semua pihak,” katanya.
Menurut Hendra, perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya pengurangan sampah. Kebiasaan memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung keberadaan bank sampah dan konsep ekonomi sirkular dinilai efektif mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sementara itu, Pembina Komunitas Peduli Bumi Barito Utara, Naili Fasihah, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan partisipasi berbagai elemen masyarakat. Ia mengingatkan bahwa setiap individu rata-rata menghasilkan sekitar 0,5 kilogram sampah per hari yang jika tidak dikelola dengan baik akan terus menambah volume sampah di TPA.
“Gerakan kecil yang dilakukan bersama akan memberi dampak besar. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya agenda tahunan,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, kemudian peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah sesuai jenisnya. Melalui peringatan HPSN 2026 ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk mewujudkan Barito Utara yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
(Ant)
.png)










