- Cegah Dampak Stunting, Pemkab Barut Gelar Rapat TPPS Tahun 2026
- DPC AWPI Barito Utara Ucapkan Selamat HUT ke-59 Kadiskominfosandi Barut
- DPD LSM KPK RI Kalteng Berbagi Kebahagiaan dengan Lansia dan Penyandang Disabilitas
- Tidak Ada Tawar-Menawar, Bupati Shalahuddin Tegaskan Tiga Jembatan Harus Rampung 2029
- Kejutan, Pasar Murah Berubah Menjadi Pasar Gratis, Warga Lahei Senang
- Bupati Tekankan Komunikasi Intensif, Masyarakat Harus Tahu Tahapan dan Jadwal Pembangunan
- Bagian Dari Penataan Kawasan Perkotaan, Pemkab Barut Adakan Pelebaran Jalan
- Perusda Batara Membangun Siapkan Solusi Pengelolaan Limbah B3 dan Medis
- Ustaz Abdul Somad Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Koyem
- Kajari Barito Utara Ajak Jajaran Perkuat Kekompakan dan Utamakan Pelayanan Masyarakat
Akses Keuangan Jadi Fokus, Barito Utara Targetkan Ekonomi Inklusif

Baritonews.co - Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menegaskan komitmennya dalam memperluas akses keuangan hingga ke seluruh lapisan masyarakat melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Semester I Tahun 2026.
Kegiatan yang dibuka oleh Asisten II Setda Barito Utara Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bahrum F. Girsang, mewakili Bupati Barito Utara, Selasa (14/04/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat strategi inklusi keuangan daerah.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan, ditegaskan bahwa akses keuangan bukan sekadar layanan, tetapi merupakan instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang usaha masyarakat.
Di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika nasional, pemerintah daerah dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan kolaborasi nyata lintas sektor.
“TPAKD memiliki peran vital sebagai motor penggerak dalam memastikan layanan keuangan dapat menjangkau masyarakat secara merata, termasuk pelaku UMKM, petani, hingga masyarakat di wilayah terpencil,” tegasnya.
Rakor ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi program sebelumnya, tetapi juga forum strategis untuk merumuskan langkah konkret ke depan agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Coaching Clinic Triwulan I difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, guna memperkuat pemahaman teknis serta mendorong lahirnya inovasi program yang adaptif terhadap kondisi daerah.
Pemkab Barito Utara juga menekankan bahwa upaya mendorong inklusi keuangan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, otoritas, lembaga jasa keuangan, dunia usaha, dan masyarakat.
Dengan sinergi yang berkelanjutan, pemerintah optimistis mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
(Ant)
.png)










