Satu Momen Sederhana Di Balik Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara,Tentang Taufik Nugraha Anggota DPRD Partai PDIP

By Redaksi 12 Agu 2026, 11:37:36 WIB Dprd
Satu Momen Sederhana Di Balik Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara,Tentang Taufik Nugraha Anggota DPRD Partai PDIP

Baritonews.co- Muara Teweh – DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar rangkaian Rapat Paripurna Masa Sidang III dengan tiga agenda penting, Rabu (12/08/2026).


Rapat dipimpin Ketua DPRD Barito Utara, Hj. Mery Rukaini, dan dihadiri Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Barito Utara.

Baca Lainnya :


    Tiga agenda tersebut masing-masing membahas penandatanganan Nota Kesepakatan Penganggaran Kegiatan Tahun Jamak, penandatanganan Nota Kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Barito Utara Tahun Anggaran 2027, serta penyampaian pidato pengantar Bupati terhadap Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2026.


    Namun, di antara rangkaian agenda formal tersebut, ada satu momen sederhana yang justru mencuri perhatian media ini (baritonews.co.


    Saat rapat memasuki penutupan, terdengar lagu nasional Padamu Negeri dikumandangkan melalui pengeras suara. Suasana ruang sidang yang sebelumnya dipenuhi pembahasan agenda pemerintahan berubah menjadi lebih hening dan khidmat.


    Salah satu yang terlihat begitu menghayati lagu tersebut adalah anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Taupik Nugraha.

    Taupik tampak meletakkan tangan di dada sembari memejamkan mata. Ia berdiri dengan tenang, mengikuti alunan lagu yang menjadi salah satu simbol kecintaan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.


    Sesaat setelah lagu selesai, Taupik kemudian melepas kacamatanya. Ia terlihat mengusap air mata yang membasahi sudut matanya.


    Momen tersebut berlangsung singkat, tanpa banyak kata. Namun, sikap itu menunjukkan sebuah penghayatan yang jarang terlihat dalam suasana kegiatan resmi belakangan ini.


    Ketika ditemui setelah kegiatan, Taupik mengatakan bahwa lagu Padamu Negeri memiliki makna yang cukup dalam baginya.


    “Lagu itu mengingatkan kita bahwa apa pun jabatan dan posisi kita, pada akhirnya kita ini mengabdi untuk negeri dan masyarakat,” ujar Taupik.


    Menurutnya, menjadi anggota DPRD bukan semata-mata tentang jabatan, rapat, ataupun pembahasan anggaran. Di balik tugas tersebut terdapat tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.


    “Saya hanya teringat dengan amanah. Kita diberikan kepercayaan oleh masyarakat, dan kepercayaan itu harus kita pertanggungjawabkan,” katanya.


    Ia juga menilai, penghayatan terhadap lagu kebangsaan maupun lagu perjuangan seharusnya tidak hanya dilakukan sebagai bagian dari seremonial.


    “Kalau kita benar-benar menghayati liriknya, saya kira siapa pun bisa tersentuh. Ini bukan soal ingin dilihat orang, tetapi soal apa yang kita rasakan dalam hati,” tuturnya


    Momen Taupik tersebut menjadi catatan tersendiri di sela-sela agenda Paripurna DPRD Barito Utara. Di tengah padatnya pembahasan mengenai anggaran dan program pembangunan, sebuah lagu justru menghadirkan suasana yang berbeda, hening, sederhana, tetapi penuh makna.


    Bagi Taupik, mungkin tidak ada yang istimewa dari sekadar berdiri dan meletakkan tangan di dada saat lagu Padamu Negeri berkumandang.


    Namun, ketika rasa cinta terhadap negeri dan kesadaran atas sebuah amanah masih mampu membuat seseorang terdiam dan meneteskan air mata, barangkali di situlah makna pengabdian menemukan sisi yang paling sederhana, bekerja untuk negeri, dengan hati.

    (Penulis Antiani)