- Kunjungi Polres Barito Utara, Wakapolda Kalteng Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Yang Humanis
- Bupati Barito Utara Tekankan Triologi PU Saat Apel di Dinas PUPR
- Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, Pemkab Barito Utara Gelar SICANTIK 2026
- Bupati Shalahuddin Buka Kegiatan SICANTIKS 2026, Dorong Literasi Keuangan Syariah di Barito Utara
- Akses Keuangan Jadi Fokus, Barito Utara Targetkan Ekonomi Inklusif
- TPAKD Barito Utara Gelar Rakor Semester I 2026, Fokus Perluasan Akses Keuangan
- Pemkab Barito Utara Lepas Siswa Gen 64 MAN Barut, Dorong Lanjutkan Pendidikan dan Siap Hadapi Tantangan Global
- Bupati Shalahuddin Tekankan Peran Generasi Muda, Pada Perpisahan Gen 64 MAN Barut
- Penuh Haru, Wabup Felix Sonadie Antarkan Sahabat Lamanya H Muhtar ke Peristirahatan Terakhir
- 228 Siswa MAN Barut Lulus, Kepala SekolahJadilah Teladan di Masyarakat
Anggota DPRD Barut H Nurul Anwar Kritik Mahalnya Harga Tiket HMS-PKY

Muara Teweh – Lonjakan harga tiket pesawat dari Muara Teweh ke luar daerah kembali memantik sorotan tajam DPRD Kabupaten Barito Utara. Anggota DPRD Barito Utara, H. Nurul Anwar, secara terbuka mengkritik mahalnya tarif penerbangan rute Muara Teweh–Palangka Raya (PKY) dan Muara Teweh–Banjarmasin (BDJ) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak Lion Air Group dan pengelola Bandara H Muhammad Sidik, di ruang rapat DPRD setempat, Kamis (19/02/2026).
Sekretaris Fraksi PKB DPRD Barito Utara itu menyatakan keprihatinannya atas kenaikan tarif yang dinilai sangat signifikan dan membebani masyarakat.
Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi konkret.
“Harga tiket sekarang bisa mencapai Rp1,8 juta per tiket. Padahal, saat awal dibukanya penerbangan Wings Air rute Muara Teweh–Banjarmasin hanya sekitar Rp800 ribu. Sekarang malah lebih mahal dibanding tiket dari Banjarmasin ke Jakarta,” tegas Nurul Anwar.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak rasional. Ia mempertanyakan logika penetapan tarif yang justru lebih tinggi untuk rute jarak pendek dibandingkan rute antarkota besar.
“Rute Muara Teweh–Banjarmasin itu singkat. Tapi kenapa justru lebih mahal dari Banjarmasin ke Jakarta? Ini harus dijelaskan secara terbuka kepada publik,” ujarnya dengan nada kritis.
Dalam forum hearing tersebut, Nurul Anwar secara tegas meminta maskapai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur tarif dan pelayanan, khususnya untuk rute daerah yang menjadi urat nadi konektivitas masyarakat Barito Utara.
Ia juga mendesak agar maskapai memberikan kebijakan bagasi gratis minimal 10 kilogram bagi penumpang rute Muara Teweh–Banjarmasin maupun sebaliknya.
Menurutnya, fasilitas tersebut sangat penting mengingat mayoritas penumpang adalah masyarakat umum, pelaku usaha kecil, hingga pasien rujukan medis.
Terkait alasan maskapai dengan menaikan tarif harga tiket salah satunya adanya kenaikan harga bahan bakar ( avtur ) sebagai faktor utama melonjaknya tarif. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, didampingi Kepala Bandara HMS, Muhammad Amrillah Kunang.
Baca Lainnya :
- Alhadi Hadiri Audensi Pemkab Barut dan BNNP Kalteng0
- Suhendra, Tegaskan Komitmennya Untuk Mengawal dan M emperjuangkan Aspirasi Masyarakat Kecamatan Montallat0
- Soroti Penanganan Longsor di Lanjas Gun Sriwitanto Harapkan Kontruksi Maksimal0
- DPRD Barito Utara Apresiasi Manajemen Baru MBSM, Harap Layanan Lebih Optimal0
- MBSM Diminta Fokus Pelayanan, Wabup Felix Tekankan Kestabilan BBM0
H Nurul menilai alasan tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan pembenaran.
“Kenaikan Avtur memang ada, tapi tidak semestinya berdampak sedrastis ini. Harus ada hitungan yang Rasional dan tidak memberatkan masyarakat,” tandasnya.
DPRD Barito Utara menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Bagi mereka, akses transportasi udara bukan sekadar layanan komersial, melainkan kebutuhan vital daerah yang tidak boleh menjadi beban berlebihan bagi warganya.
Lima poin penting yang disepakati dalam Hearing tersebut :
1. Melakukan evaluasi struktur tarif dan pelayanan pada Rute Feeder Daerah.
2. Menetapkan rute BDJ-HMS dan PKY-HMS sebagai rute strategis Konektivitas Daerah.
3. DPRD Kabupaten Barito Utara meminta kepada Maskapai untuk menyediakan minimal bagasi 10 Kg gratis per penumpang untuk penerbangan Muara Teweh sebaliknya. Banjarmasin dan
4. Mengusulkan kepada Maskapai untuk memberikan 2 (dua) seat Cadangan untuk
kepentingan Pemerintah Daerah.
5. Meningkatkan pelayanan publik di Bandara Haji Muhammad Sidik.
.png)










