- Kunjungi Polres Barito Utara, Wakapolda Kalteng Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Yang Humanis
- Bupati Barito Utara Tekankan Triologi PU Saat Apel di Dinas PUPR
- Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, Pemkab Barito Utara Gelar SICANTIK 2026
- Bupati Shalahuddin Buka Kegiatan SICANTIKS 2026, Dorong Literasi Keuangan Syariah di Barito Utara
- Akses Keuangan Jadi Fokus, Barito Utara Targetkan Ekonomi Inklusif
- TPAKD Barito Utara Gelar Rakor Semester I 2026, Fokus Perluasan Akses Keuangan
- Pemkab Barito Utara Lepas Siswa Gen 64 MAN Barut, Dorong Lanjutkan Pendidikan dan Siap Hadapi Tantangan Global
- Bupati Shalahuddin Tekankan Peran Generasi Muda, Pada Perpisahan Gen 64 MAN Barut
- Penuh Haru, Wabup Felix Sonadie Antarkan Sahabat Lamanya H Muhtar ke Peristirahatan Terakhir
- 228 Siswa MAN Barut Lulus, Kepala SekolahJadilah Teladan di Masyarakat
Soroti Penanganan Longsor di Lanjas Gun Sriwitanto Harapkan Kontruksi Maksimal

Baritonews.co - Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Gun Sri Witanto, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) atas gerak cepat dalam menangani longsor di anak Sungai Bengaris, RT 29, Kelurahan Lanjas.
Namun di balik pujian tersebut, ia melontarkan kritik tajam terhadap kualitas pekerjaan yang dinilai belum sesuai harapan.
Gun mengakui respons cepat PUPR patut diapresiasi, terutama dalam situasi darurat seperti longsor yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Akan tetapi, setelah melakukan peninjauan langsung di lapangan, ia menilai hasil pekerjaan masih jauh dari standar yang diinginkan.
“Kami mengapresiasi gerak cepatnya, tapi setelah ditinjau, pekerjaan belum sesuai harapan. Kami menginginkan konstruksi berbentuk letter U, tetapi yang dikerjakan saat ini baru sebatas pondasi,” ujarnya, Kamis (02/04/2026).
Ia menegaskan bahwa kondisi tanah di lokasi tersebut tergolong labil, bahkan terdapat struktur tanah batuan jaung yang rawan longsor. Oleh karena itu, penanganan yang dilakukan seharusnya tidak setengah-setengah.
“Masyarakat berharap konstruksinya jangan terkesan asal-asalan. Kalau hanya pondasi seperti ini dan tidak dilanjutkan sesuai perencanaan, dikhawatirkan bisa runtuh,” tambahnya.
Gun juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Dinas PUPR melalui pesan WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, pihak dinas mempersilakan untuk dilakukan peninjauan kembali.
“Saya sudah chat Kadis, dan beliau mengatakan silakan ditinjau lagi. Artinya, ini harus menjadi perhatian serius. Kita tetap apresiasi, tapi juga harus dengan kritik yang membangun,"tegasnya.
Peninjauan lapangan sendiri telah pernah dilakukan sebelum Ramadhan lalu. Namun hingga saat ini, pekerjaan disebut masih belum rampung, menimbulkan tanda tanya besar terkait keseriusan pelaksanaan proyek tersebut.
Gun mengingatkan, pekerjaan infrastruktur yang tidak maksimal bukan hanya berisiko secara teknis, tetapi juga berpotensi menjadi pemborosan anggaran.
“Kalau pekerjaannya tidak maksimal dan terkesan asal-asalan, sangat disayangkan. Uang negara bisa terbuang percuma. Jangan sampai ini terjadi,” pungkasnya.
Sorotan ini menjadi catatan penting bagi PUPR Barito Utara agar tidak hanya cepat dalam bertindak, tetapi juga tepat dan berkualitas dalam hasil. Sebab, dalam urusan keselamatan masyarakat, setengah jadi bukanlah pilihan.
(Ant)
.png)










