- Gerakan Pangan Murah On The Road, Bentuk Kepedulian Pemkab kepada Masyarakat
- Bupati Shalahuddin Lantik Pengurus KADIN Barito Utara Masa Bakti 2026–2031
- DAD Barito Utara Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergi dengan Kejari Muara Teweh
- PAKUWOJO Gelar Penyembelihan Hewan Kurban, Pererat Silaturahmi Warga Jawa di Muara Teweh
- Bupati H. Shalahuddin Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha dengan Keikhlasan dan Kepedulian
- Momentum Idul Adha, Pemkab Barito Utara Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat
- Pemkab Barito Utara Optimis Harmonisasi Hadirkan Regulasi Berkualitas
- Rakor Pendidikan di Gunung Timang, Pemkab Barito Utara Tingkatkan Sinergi Pengawasan Sekolah
- Polsek Teweh Tengah Berbagi Kebahagiaan Iduladha 1447 H,Daging Kurban Disalurkan untuk Warga dan Anggota
- 40 Peserta Meriahkan Pawai Tanglong Idul Adha di Muara Teweh
Soroti Penanganan Longsor di Lanjas Gun Sriwitanto Harapkan Kontruksi Maksimal

Baritonews.co - Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Gun Sri Witanto, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) atas gerak cepat dalam menangani longsor di anak Sungai Bengaris, RT 29, Kelurahan Lanjas.
Namun di balik pujian tersebut, ia melontarkan kritik tajam terhadap kualitas pekerjaan yang dinilai belum sesuai harapan.
Gun mengakui respons cepat PUPR patut diapresiasi, terutama dalam situasi darurat seperti longsor yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Akan tetapi, setelah melakukan peninjauan langsung di lapangan, ia menilai hasil pekerjaan masih jauh dari standar yang diinginkan.
“Kami mengapresiasi gerak cepatnya, tapi setelah ditinjau, pekerjaan belum sesuai harapan. Kami menginginkan konstruksi berbentuk letter U, tetapi yang dikerjakan saat ini baru sebatas pondasi,” ujarnya, Kamis (02/04/2026).
Ia menegaskan bahwa kondisi tanah di lokasi tersebut tergolong labil, bahkan terdapat struktur tanah batuan jaung yang rawan longsor. Oleh karena itu, penanganan yang dilakukan seharusnya tidak setengah-setengah.
“Masyarakat berharap konstruksinya jangan terkesan asal-asalan. Kalau hanya pondasi seperti ini dan tidak dilanjutkan sesuai perencanaan, dikhawatirkan bisa runtuh,” tambahnya.
Gun juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Dinas PUPR melalui pesan WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, pihak dinas mempersilakan untuk dilakukan peninjauan kembali.
“Saya sudah chat Kadis, dan beliau mengatakan silakan ditinjau lagi. Artinya, ini harus menjadi perhatian serius. Kita tetap apresiasi, tapi juga harus dengan kritik yang membangun,"tegasnya.
Peninjauan lapangan sendiri telah pernah dilakukan sebelum Ramadhan lalu. Namun hingga saat ini, pekerjaan disebut masih belum rampung, menimbulkan tanda tanya besar terkait keseriusan pelaksanaan proyek tersebut.
Gun mengingatkan, pekerjaan infrastruktur yang tidak maksimal bukan hanya berisiko secara teknis, tetapi juga berpotensi menjadi pemborosan anggaran.
“Kalau pekerjaannya tidak maksimal dan terkesan asal-asalan, sangat disayangkan. Uang negara bisa terbuang percuma. Jangan sampai ini terjadi,” pungkasnya.
Sorotan ini menjadi catatan penting bagi PUPR Barito Utara agar tidak hanya cepat dalam bertindak, tetapi juga tepat dan berkualitas dalam hasil. Sebab, dalam urusan keselamatan masyarakat, setengah jadi bukanlah pilihan.
(Ant)
.png)



.jpg)






