- Pelantikan DPD dan DPK PPNI Barito Utara, Wabup Tekankan Profesionalisme Perawat
- Buka Sosialisasi Kuliah Hybrid dan By Research Pascasarjana ULM Bupati Tekankan Peningkatan Kualitas SDM
- Bupati Shalahuddin Lepas Kontingen O2SN 2026,Titip Harapan Besar untuk Atlet Pelajar Barito Utara
- Pengawasan Distribusi Pertalite Diperketat, SPBU Perusda Muara Teweh Pastikan BBM Subsidi Tepat Sasaran
- Hadiri Sinode Umum ke 25 GKE, Wabup Felix Tegaskan Komitmen Perkuat Kerukunan dan Kolaborasi Pembangunan
- Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Dukung Pelebaran Jalan Melalui Konsultasi Publik
- Penutupan Batara Expo 2026,Bupati Ajak Masyarakat Terus Berinovasi untuk Kemajuan Daerah
- Ramah Tamah Hut ke 80 Bhayangkara, Bupati Tekankan Pentingnya Dukungan Masyarakat Untuk Polri
- HUT ke 80 Bhayangkara Presiden Tekankan Transformasi dan Kepercayaan Publik terhadap Polri
- Penataan Kawasan Kumuh di Tiga Rt Kelurahan Lanjas Resmi Dimulai, Warga Terima Sertifikat Relokasi
Titip HP Untuk Rekam Sambutan Bupati Pun Ditolak Rolling Pejabat Barito Utara Tertutup
.jpg)
Baritonews.co - Muara Teweh - Pelantikan dan “rolling” sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang dipimpin Bupati Shalahuddin berlangsung tertutup di Gedung Balai Antang. Selasa (04/05/2026)
Kebijakan ini membuat awak media tidak dapat meliput langsung prosesi di dalam ruangan dan hanya menunggu di halaman gedung.
Baca Lainnya :
Tidak hanya akses yang dibatasi, upaya wartawan untuk tetap mendapatkan dokumentasi pun terhenti. Seorang jurnalis Megapolitanpos.com bahkan mencoba menitipkan telepon genggam kepada salah satu petugas jaga pintu guna merekam sambutan Bupati. Namun, permintaan tersebut tidak diperbolehkan oleh petugas di lapangan.
Penolakan itu memicu tanda tanya di kalangan awak media. Mereka mempertanyakan alasan pembatasan yang dinilai terlalu ketat, bahkan hingga tidak memberikan ruang untuk dokumentasi sederhana seperti rekaman sambutan.
“Biasanya pelantikan pejabat itu terbuka. Ini sampai menitipkan HP untuk rekaman saja tidak boleh. Jadi muncul pertanyaan, ada apa sebenarnya?” ujar salah satu wartawan senior lokal.
Sejumlah jurnalis lainnya menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, terutama terkait isi sambutan dan arah kebijakan yang disampaikan dalam pelantikan tersebut.
Sementara itu, usai kegiatan, Bupati Shalahuddin menyampaikan bahwa tidak ada unsur penutupan dalam pelantikan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembatasan dilakukan karena jumlah pejabat yang dilantik mencapai ratusan orang, sehingga kapasitas ruangan menjadi pertimbangan.
Meski demikian, situasi di lapangan dinilai tidak sepenuhnya selaras dengan pernyataan tersebut. Pembatasan yang terjadi justru berdampak pada minimnya akses informasi bagi media.
Pelantikan dan rotasi pejabat sendiri merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi pemerintahan. Namun, keterbukaan informasi tetap menjadi sorotan, mengingat publik memiliki kepentingan untuk mengetahui proses dan arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah.
(Ant)
.png)

.jpg)








