- IUB Barito Utara Berbagi Takjil Tebar Kepedulian di Bulan Ramadhan
- DPRD Mahakam Ulu Studi Banding ke DPRD Barito Utara
- Berbagi di Bulan Ramadan, TP PKK Barito Utara Salurkan Ratusan Paket Sayur dan Telur
- Ratusan Produk UMKM Siap Manjakan Pemburu Takjil, Pasar Wadai Ramadhan Muara Teweh Telah Dibuka
- Apel Gabungan Jadi Momentum Penguatan Budaya Kerja ASN
- Pelebaran Jalan Pusat Kota Muara Teweh Mulai Direalisasi
- Parmana Setiawan, Manasik Haji Bekal Penting Jemaah Sebelum ke Tanah Suci
- Aksi Kolaboratif Warnai HPSN 2026 di Barito Utara
- Manasik Haji Terintegrasi 1447 H Digelar, Jemaah Diminta Jaga Ukhuwah dan Kesehatan
- Pemkab Barito Utara Gelar Kegiatan RKPD tahun 2027
Menkes Sebut Kasus Cacar Monyet Mengalami Peningkatan di Indonesia

Keterangan Gambar : Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
BARITONEWS.CO: Jakarta- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan penyebaran kasus cacar monyet (Monkeypox) di Indonesia terus mengalami peningkatkan. Budi mengatakan, data terbaru Kementerian Kesehatan mencatat sudah ada 34 kasus cacar monyet yang tersebar di berbagai daerah
Terakhir Mpox per kemarin 34, penyebarannya meningkat dan ini sudah terjadi penularan lokal, banyak di Jakarta dan kemarin sudah mulai menyebar ke Banten dan Bandung," ujar Budi Gunadi saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (7/11/2023).
Baca Lainnya :
Budi Gunadi menyampaikan, sebenarnya wabah cacar monyet sudah meningkat di dunia pada tahun lalu. Namun, saat itu Indonesia hanya ada satu kasus di Indonesia yang merupakan impor kasus dari Singapura. Kasus cacar monyet di Indonesia sudah kategori penularan lokal.
" Di dunia tahun lalu ini outbreaknya. Yang sekarang di Jakarta itu sudah penularan lokal, penyakit ini sensitif. Kenapa? Karena terjadi di segmen khusus, yang kita diskusikan itu (kelompok lelaki seks lelaki) LSL karena perilakunya ganti-ganti," ujar Budi Gunadi.
Budi Gunadi juga menyoroti hasil laporan pelacakan mengenai gaya hidup LSL yang semakin meningkat sehingga menjadi penyebab meningkatnya penyakit cacar monyet maupun HIV. Kendati demikian, Kementerian Kesehatan bergerak mengatasi penyebaran kasus cacar monyet tersebut dengan memberi pengobatan maupun vaksin.
"Kita kerjanya di bawah saja diam-diam dengan kelompok kelompok sosial masyarakat yang memang masuk di bidang ini, karena takutnya akan berikan stigma sehingga jadi tidak efektif intervensi kesehatanya," ujarnya.
Sementara untuk vaksin akan diberikan kepada individu yang terpapar cacar monyet. "Kita sudah siapkan vaksinnya, tapi ke kelompok-kelompok dengan faktor risiko khusus, Dan obatnya juga sudah ada antivirus dan sudah kita datangkan, dan hampir semuanya sembuh dan belum ada yang wafat," imbuhnya.(reporter: Achmad Sholeh)
.png)





.jpg)



