- Gerakan Pangan Murah On The Road, Bentuk Kepedulian Pemkab kepada Masyarakat
- Bupati Shalahuddin Lantik Pengurus KADIN Barito Utara Masa Bakti 2026–2031
- DAD Barito Utara Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergi dengan Kejari Muara Teweh
- PAKUWOJO Gelar Penyembelihan Hewan Kurban, Pererat Silaturahmi Warga Jawa di Muara Teweh
- Bupati H. Shalahuddin Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha dengan Keikhlasan dan Kepedulian
- Momentum Idul Adha, Pemkab Barito Utara Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat
- Pemkab Barito Utara Optimis Harmonisasi Hadirkan Regulasi Berkualitas
- Rakor Pendidikan di Gunung Timang, Pemkab Barito Utara Tingkatkan Sinergi Pengawasan Sekolah
- Polsek Teweh Tengah Berbagi Kebahagiaan Iduladha 1447 H,Daging Kurban Disalurkan untuk Warga dan Anggota
- 40 Peserta Meriahkan Pawai Tanglong Idul Adha di Muara Teweh
Narkoba di Kalteng Meningkat, DPRD Barut Soroti Sulitnya Tangkap Bandar

BARITONEWS.CO - Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara (Barut), H. Alhadi, menyoroti peningkatan penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Tengah (Kalteng)
Hal ini disampaikan saat menghadiri audiensi antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng yang dihadiri oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie, Sekretaris Daerah Drs. Muhlis, Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Mada Roostanto, serta unsur Forkopimda lainnya, di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Rabu (11/02/2026).
Adapun Audiensi ini bertujuan memperkuat sinergi pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Barito Utara
Al Hadi mengungkapkan keprihatinannya atas tren peningkatan penyalahgunaan narkoba di Kalteng yang semakin memprihatinkan.
Ia mempertanyakan mengapa bandar narkoba sulit ditangkap,
Kita semua sepakat kata Al Hadi bahwa pengguna adalah korban, tetapi akar masalah utamanya adalah bandar yang harus diberantas, tapi kenapa bandar nya sulit ditangkap.
"Apakah mereka semacam punya kekuatan dewa seperti dalam drama korea ?," ucapnya menekankan
H. Alhadi menambahkan bahwa penangkapan satu bandar narkoba dapat memutus beberapa mata rantai peredaran, sehingga dapat menyelamatkan banyak orang.
Ia juga menyampaikan bahwa saat reses di beberapa desa, masyarakat sangat khawatir dengan dua hal yaitu narkoba dan judi online.
"Kita berharap generasi kita tidak terpapar dua hal ini, sebab Indonesia bukan menyongsong Indonesia emas malah menyongsong Indonesia cemas," tegasnya mengakhiri.
Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol Made Roostanto, mengakui bahwa perkembangan penyalahgunaan narkoba di Kalteng dari tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi penguat komitmen bersama dalam mewujudkan daerah yang bersih dan bebas dari narkoba.
( Ant)
.png)



.jpg)






